Analisis dan Perancangan Berorientasi Objek
Nama: Vina Pikria Aenun
NIM: 220511034
Kelas: TI22E
BAB 1
KONSEP DASAR
1.
Konsep Dasar
Sistem
Sistem
adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang saling
berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Konsep dasar sistem
dapat diterapkan dalam berbagai bidang, seperti teknologi, bisnis, biologi, dan
lain-lain.
Karakteristik
Sistem
Berikut
adalah beberapa karakteristik dasar dari sebuah sistem:
1.
Komponen Sistem
(Elements)
Setiap
sistem terdiri dari beberapa komponen yang saling berinteraksi.
Komponen-komponen ini bisa berupa fisik (seperti hardware dalam sistem
komputer) atau abstrak (seperti prosedur dalam sistem bisnis).
2.
Batasan Sistem
(Boundary)
Batasan
sistem adalah garis pemisah antara sistem dengan lingkungan luar. Batasan ini
membantu untuk menentukan apa yang termasuk dalam sistem dan apa yang tidak.
3.
Lingkungan Sistem
(Environment)
Lingkungan
sistem adalah segala sesuatu di luar batasan sistem yang dapat mempengaruhi
operasi sistem. Lingkungan ini bisa bersifat mendukung atau mengganggu sistem.
4.
Masukan (Input)
Masukan
adalah sumber daya atau data yang dimasukkan ke dalam sistem untuk diproses.
Contohnya, data yang dimasukkan ke dalam sistem informasi.
5.
Proses (Process)
Proses
adalah serangkaian kegiatan atau operasi yang mengubah masukan menjadi
keluaran. Dalam sistem komputer, proses ini bisa berupa perhitungan, pengolahan
data, atau eksekusi program.
6.
Keluaran (Output)
Keluaran
adalah hasil dari proses yang dilakukan oleh sistem. Keluaran ini bisa berupa
produk, layanan, atau informasi yang dihasilkan oleh sistem.
7.
Umpan Balik
(Feedback)
Umpan
balik adalah informasi yang dikembalikan ke sistem untuk mengontrol atau
menyesuaikan operasi sistem. Umpan balik membantu sistem untuk mencapai
tujuannya dengan lebih efektif.
8.
Tujuan (Goal)
Setiap
sistem memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai. Tujuan ini menjadi acuan
bagi komponen-komponen sistem untuk bekerja sama.
Klasifikasi
Sistem
Klasifikasi
sistem dapat dijelaskan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan
komponen lainnya, karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap
kasus yang terjadi yang ada di dalam sistem tersebut. Sistem dapat
diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang.
Adapun klasifikasi suatu sistem yang
dimaksud adalah sebagai berikut:
·
Sistem Abstrak
(Abstarct System) Sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak ada
secara fisik.
Contoh:
Sistem teologi
·
Sistem Fisik
(Physical System) Merupakan sistem yang ada secara fisik.
Contoh:
Sistem computer.
·
Sistem Alamiah
(Natural System) Sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh
manusia.
Contoh:
Rotasi bumi.
·
Sistem Buatan
Manusia (Human Made System) Sistem yang dirancang oleh manusia yang melibatkan
interaksi antara manusia dengan mesin.
Contoh:
Mesin ATM.
·
Sistem Tertentu
(Determinan System) Sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat
diprediksi.
Contoh:
Komputer.
·
Sistem Tak
Tertentu (Probabilistik System) Sistem yang kondisinya masa depannya tidak
dapat diprediksi karena mengandung kemungkinan (probabilitas).
Contoh:
Sistem prakiraan ramalan cuaca.
·
Sistem Tertutup
(Closed System) Sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan
lingkungan luarnya serta bekerja secara otomatis tanpa campur tangan dari pihak
luar.
Contoh:
Assembling Sistem.
·
Sistem Terbuka
(Open System) Sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan
luarnya.
Contoh:
Sistem administrasi kepegawaian.
2.
Konsep Dasar
Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah dan memiliki
makna serta nilai bagi penerimanya. Data sendiri adalah fakta mentah yang belum
diolah. Informasi yang baik harus memenuhi kriteria seperti akurat, relevan,
tepat waktu, dan dapat diakses. Dalam sistem informasi, informasi menjadi
output yang dihasilkan dari proses pengolahan data.
Siklus
Informasi
Gambar 1. Siklus
Informasi
Siklus
informasi adalah proses berulang yang menggambarkan bagaimana data diolah
menjadi informasi, informasi tersebut digunakan untuk pengambilan keputusan,
dan keputusan tersebut menghasilkan data baru yang akan diproses kembali.
Misalkan
dalam sistem inventori barang
Dalam
hal ini data stok awal dan transaksi penjualan diolah menggunakan model
perhitungan inventori, seperti rumus pengurangan stok, untuk menghasilkan
informasi tentang stok barang yang tersisa. Informasi ini kemudian digunakan
oleh manajer gudang untuk mengambil keputusan, misalnya melakukan pemesanan
ulang jika stok barang tertentu mendekati batas minimum. Tindakan pemesanan ini
akan menghasilkan data baru, yaitu stok barang yang diperbarui, yang kemudian
menjadi input untuk siklus informasi berikutnya. Proses ini terus berulang
seiring dengan aktivitas bisnis yang berjalan.
Kualitas
Informasi
Kualitas
informasi terdiri dari 3 hal yaitu :
1.
Informasi harus
akurat (accurate)
Informasi
harus akurat berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak
bias atau menyesatkan.
2.
Tepat pada
waktunya (time lines)
Tepat
pada waktunya berarti informasi yang datang pada pemerima tidak boleh
terlambat. informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi.
3.
Relevan
(relevance)
Relevan
berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi
informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
3.
Konsep Dasar
Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem yang
mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk
mendukung pengambilan keputusan dan kontrol dalam suatu organisasi. Sistem
informasi terdiri dari komponen-komponen seperti perangkat keras, perangkat
lunak, data, prosedur, dan manusia. Sistem informasi bertujuan untuk
meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas organisasi.
Gambar 2. Blok
Sistem Informasi
Sistem
informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok
bangunan (building block) yaitu:
1.
Blok masukkan
(input block)
Input
mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk
metode-metode dan media yang digunakan untuk menangkap data yang akan
dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.
2.
Blok model (model
block)
Blok
ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan metode matematik yang akan
memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang
sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang sudah diinginkan.
3.
Blok keluaran
(output block)
Produk
dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas
dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua
pemakai sistem.
4.
Blok teknologi
(technology block)
Teknologi
digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses
data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian diri
secara keseluruhan.
Teknologi
terdiri dari unsur utama:
·
Teknisi (human
ware atau brain ware)
·
Perangkat lunak
(software)
·
Perangkat keras
(hardware)
5.
Blok basis data
(database block)
Merupakan
kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan
diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
6.
Blok kendali
(control block)
Banyak
faktor yang dapat merusak sistem informasi, misalnya bencana alam, api,
temperatur tinggi, air, debu, kecurangan-kecurangan, kejanggalan sistem itu
sendiri, kesalahan-kesalahan ketidakefisienan, sabotase dan sebagainya.
Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa
hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi
kesalahan dapat langsung diatasi.
Analisa
system informasi
Analisa Sistem Informasi adalah penggunaan dari Sistem
Informasi ke dalam
bagian
sub sistem untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan, hambatan, kesempatan
yang terjadi serta kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan
perbaikan.
Tahap
analis sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelum tahap
desain sistem. Tahap analisis merupakan tahap yang kritis dan sangat penting, karena
kesalahan dalam tahap ini akan sangat berpengaruh pada tahap selanjutnya.
Langkah-langkah
untuk menganalisis sistem tersebut adalah:
1.
Mengidentifikasi
masalah
2.
Memahami kerja
sistem yang ada
3.
Menganalisis
sistem
4.
Membuat laporan
hasil analisis
Perancangan
Sistem Informasi
Perancangan Sistem Informasi adalah proses penyusunan
atau mengembangkan sistem informasi yang telah ada atau baru. Dalam tahap ini
harus dapat dipastikan bahwa semua persyaratan untuk menghasilkan sistem
informasi dapat dipenuhi. Hasil sistem yang dirancang harus sesuai kebutuhan
pemakai untuk mendapatkan informasi.
Perancangan sistem harus mampu memberikan
gambaran-gambaran yang jelas dan yang berguna serta lengkap kepada programer
serta ahli-ahli teknik yang terlibat. Hal ini perlu diperhatikan adalah bahwa
sistem yang disusun harus dapat berkembang lagi.
Dalam
perencanaan dan pembuatan suatu sistem, langkah-langkah yang harus dilakukan
adalah:
1.
Pembuatan bagan
alur sistem
2.
Bagan berjenjang
3.
Data Flow Diagram
4.
Entity Relation
Diagram
4.
Tinjauan Umum
Pengembangan Sistem
a.
Alasan Perusahaan
Melakukan Pengembangan Sistem
Perusahaan
melakukan pengembangan sistem untuk meningkatkan kinerja, mengatasi masalah
yang ada, memenuhi kebutuhan bisnis yang berubah, dan memanfaatkan teknologi
baru. Pengembangan sistem juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan,
mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan daya saing perusahaan.
b.
Tahapan
Pengembangan Sistem
Tahapan
pengembangan sistem umumnya meliputi:
1.
Perencanaan:
Menentukan tujuan, ruang lingkup, dan sumber daya yang dibutuhkan.
2.
Analisis:
Mengidentifikasi kebutuhan sistem dan menganalisis masalah yang ada.
3.
Desain: Merancang
solusi sistem yang akan dikembangkan.
4.
Implementasi:
Membangun dan mengimplementasikan sistem.
5.
Pengujian: Menguji
sistem untuk memastikan bahwa sistem berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.
6.
Pemeliharaan:
Melakukan perbaikan dan pembaruan sistem setelah sistem digunakan.
c.
Metodologi
Pengembangan Sistem
Metodologi
pengembangan sistem adalah pendekatan terstruktur yang digunakan untuk
mengembangkan sistem informasi. Beberapa metodologi yang umum digunakan antara
lain:
1.
Waterfall:
Pendekatan linear yang terdiri dari tahapan-tahapan berurutan.
2.
Agile: Pendekatan
iteratif yang fokus pada pengembangan incremental dan kolaborasi dengan
pengguna.
3.
Spiral: Pendekatan
yang menggabungkan elemen dari waterfall dan prototyping dengan fokus pada
manajemen risiko.
4.
Prototyping:
Pendekatan yang melibatkan pembuatan prototype sistem untuk mendapatkan umpan
balik dari pengguna.
d.
Pendekatan
Pengembangan Sistem
Pendekatan
pengembangan sistem dapat dibedakan menjadi:
1.
Pendekatan
Terstruktur: Fokus pada pemecahan masalah secara sistematis dan terstruktur.
2.
Pendekatan
Berorientasi Objek: Fokus pada objek sebagai unit dasar dalam pengembangan
sistem, dengan menggunakan konsep seperti kelas, objek, inheritance, dan
polymorphism.
e.
Alat & Teknik
Pengembangan Sistem
Alat
dan teknik pengembangan sistem digunakan untuk mempermudah proses pengembangan
sistem. Beberapa alat dan teknik yang umum digunakan antara lain:
1.
Diagram Alir
(Flowchart): Untuk memvisualisasikan alur proses.
2.
UML (Unified
Modeling Language): Untuk memodelkan sistem berorientasi objek.
3.
ERD (Entity
Relationship Diagram): Untuk memodelkan hubungan antar entitas dalam basis
data.
4.
CASE Tools
(Computer-Aided Software Engineering): Untuk membantu dalam analisis, desain,
dan implementasi sistem.
5.
Analisa Sistem
a.
Definisi Analisa
Sistem
Analisa
sistem adalah proses mengidentifikasi masalah, kebutuhan, dan persyaratan
sistem yang akan dikembangkan. Tujuan dari analisa sistem adalah untuk memahami
sistem yang ada, mengidentifikasi kekurangan, dan merumuskan solusi yang tepat.
b.
Tahapan di dalam
Analisa
Tahapan
dalam analisa sistem meliputi:
1.
Pengumpulan Data:
Mengumpulkan informasi tentang sistem yang ada dan kebutuhan pengguna.
2.
Analisis Data:
Menganalisis data yang telah dikumpulkan untuk mengidentifikasi masalah dan
kebutuhan.
3.
Identifikasi
Kebutuhan: Menentukan kebutuhan fungsional dan non-fungsional sistem.
4.
Penyusunan Dokumen
Analisis: Membuat dokumen yang berisi hasil analisis dan rekomendasi untuk
pengembangan sistem.
c.
Analisa Kebutuhan
Sistem: Fungsional & Non Fungsional
·
Kebutuhan
Fungsional: Merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan fungsi-fungsi yang harus
dilakukan oleh sistem.
Contohnya
adalah proses transaksi, pelaporan, dan manajemen data.
·
Kebutuhan
Non-Fungsional: Merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan kualitas sistem,
seperti kecepatan, keandalan, keamanan, dan skalabilitas. Kebutuhan
non-fungsional juga mencakup aspek-aspek seperti antarmuka pengguna dan
kompatibilitas dengan sistem lain.
Komentar
Posting Komentar